Rahasia
Sayap
By : Almira Fauziah
Beribu-ribu planet,
beribu-ribu galaxy ada salah satu planet yang bernama planet telur dan di sana ada
sebuah suku yang bernama suku taluh.
Tahun
2020
“Aku sangat senang hari ini,
yakan Mega ?” ucap sang istri saat menggendong bayi laki-laki mereka dengan suami
di sebelhnya yang sedang mengecat dinding kamar dengan putra laki-lakinya. Senyuman
keluarga ini sungguh tulus melambangkan bahwa mereka adalah satu-satunya yang
hidup di planet itu. Hari demi hari keluarga ini melewati musim yang berganti,
kebahagian yang sangat abadi. Jika umur seorng taluh semakin tua begitupun dengan
sayap mereka yang akan terus berguguran seperti daun hari demi hari. Terngiang
terus kata-kata itu di telinga sang suami yang terus memandangi istri, Pixel dan
Mega.
“Aku yakin kita akan selalu
bersama sampai kapan pun” ucap lirih sang suami yang matany memancarkan ketidak
ingin pisah dengan keluarganya. Akhirnya sayap terakhir pun jatuh di umurnya yang
ke-185 tahun. Isak tangis sang istri pun pecah begitu juga dengan Mega yang sudah
berusia 116 tahun. Terlihat Pixel yang menahan marah dan tangisannya di kamar sambil
menempelkan foto mikroskop (hadiah ulang tahun dari ayah), foto keluargnya dan
yang terakhir fotonya dengan ayah saat menanam pohon upet di pekarangan sambil
mengeplkan tangannya. Wajahnya memancarkan kesedihan tapi tidak dengan kelakuannya
yang selalu terlihat senang dan ceria setiap hari.
TAHUN
2021
Megapun hampir tidur ketika
sedang membaca buku dan ia lanjutkan dengan menulis sesuatu dibuku itu seperti
rangkuman buku yang telah ia baca dan juga tentang kehidupan nya. “Ayo Meg ! jam
berapa ini ?” mereka pun berangkat sekolah bersama-sama melewati jalanan yang
mereka lewati setiap hari. Pixel dengan wajah cerianya menyapa setiap tetangga
yang ada di sekitar rumah, tidak dengan Mega yang murung dan diam saja hanya
buku yang ia baca sambil berjalan.
Brukkkk ! ada Mibu yang
tidak sengaja menubruk Mega “Maaf ya Mega,
kamu sih kutu buku apa-apa hanya membaca buku saja!”. Tetapi Mega hany diam dan
tak mau menyapa ataupun mendengarkan dia hanya melihat sekilas muka Mibu dan
melanjutkan perjalanannya. Mibu pun cemberut menahan kesal karena omongannya
tidak ditanggapi oleh Mega yang hanya melihatnya sekilas “Ia tidak apa-apa , santai saja” celetuk Pixel
yang menepuk pundak Mibu sambil tersenyum. Mibu pun membalas dengan senyuman.
Tettt !!! bel sekolah
SMA 315 berbunyi terdengar suara karyawan TU mengumumkan bahwa ada pengumuman
penting yang akan disampaikan di ruang aula. Semua murid telah berkumpul di aula
dan kepala sekolah pun memulai pembicaraan dengan menyuruh semuanya diam termasuk,
yang membaca buku dan yang dimaksudkan kepada Mega dan Pixel pun diam yang tadinya
sedang bercanda dengan teman-temannya.
“Dihari yang cerah dan
sejuk ini ada salah seorang siswa yang dinobatkan sebagai penemu math hat, sebuah
topi yang dirancang untuk membantu kerja otak kiri kita para taluh. Agar
dibimbing untuk menjawab soal matematika dan juga dalam hal kebaikan dan anak
itu adalah Mega Suro, dipersilahkan kepada Mega untuk menerima penghargaan dari
pihak sekolah dan juga piala” semuany bertepuk tangan termasuk Pixel walaupun
sempat membuat kepalan tangan yang begitu mengisyaratkan sesuatu.
Tetapi, coba tebak Mega tak
kunjung maju untuk menerimanya ia hanya memabaca buku saja, ada seoarng taluh yang
mengingatkannya bahwa dialah yang dimksud kepala sekolah tapi ia tak menanggapinya.
AKhirnya teman yang lain pun ikut memberithunya bahwa ia dipanggil dan itu
membuat Mega kesal. Ia berjalan sambil membawa bukunya kedepan menuju kepala
sekolah dan pada saat ia sampai ia hanya diam meskipun kepala sekolah mengulurkan
tanganya untuk memberi selamat.
Syuuuttt ia mengambil piala
itu dan berjalan keluar meninggalkan aula. Semua terkejut dan tercengang dengan
tingkah laku Mega. Sesampainya di rumah Mega mengubur piala itu di bawah pohon
upet dan menulis sesuatu di dalam buku yang selalu ia bawa kemana-mana. Pixel
pulang dan melihat adiknya, ia mengepalkan tangan dan masuk keruangan bawah tanah
yang ia miliki tepat di bawah kasurnya dan di sana ada mikroskop, buah upet dan
beberapa alat-alat penelitian. Pixel berlari keluar dengan wajah yang ceria dan
pakaian yang sangat keren “Pulang
sebelum makan malam !” ucap ibu yang sedang membersihkan kursi “Mega, baias bantu
ibu ? tolong bersihkan kamar kakakmu ya …” Mega pun mengambil mengambil sapu dan
kemoceng lalu meninggalkan buku itu dan bikim (biologi-kimia). Ia membuka pintu
kamar kakaknya, ia heran tak ada sedikitpun bulu yang berjatuhan padahal seharusnya
untuk umurnya mereka bulu rontok sudah pasti terjadi. Ia terus bersih-bersih pada
saat ia sedang menyapu karpet, karpetnya pun bergeser dan ia melihat ada sebuah
tombol coklat tua. Ia menarik karpet itu dan ketahuanlah pintu kamar rahasia
itu.
Tettt … Ia menekan
tombol itu dan muncullah tangga di balik pintu, Mega masuk dan menemukan catatan-catatan
yang sulit dimengerti sampai akhirnya ia mau mencatatnya tetapi ia lupa membawa
bukunya itu dan akhirnya Ia memotretnya dengan ponsel miliknya lalu ia segera lari
meninggalkan kamar dan juga sapu yang terjatuh. Di kamarnya ia menerjemahkan
semua tulisan bersama rumus-rumus itu dan tidak lupa ia pun menyalinnya di dalam
bukunya itu.
Satu bulan setelah itu, Pixel
dan Mega memakai seragam hitam-hitam dan mereka menaruh bunga di atas batu nisan
dengan foto ibu mereka di atasnya. Mega kembali kekamarnya yang sekarang sudah
jadi sebuah laboratorium banyak pula penghargaan yang tertumpuk di tempat sampah
luar rumah. Ia memakai seragam seperti seorng peneliti dan terus menulis sesuatu
di buku unicornnya. Pixel melihat lampu
kamar adiknya yang menyala dan matanya hanya memancarkan kebencian dan tangannya
terus mengepal.
“Bangun adikku sayang
” goda Pixel kepada Mega yang sedang tidur di meja dan berserakan pohon upet dan
kertas-kertas di lantai. Kamar yang berantakan untuk seorang anak pintar.
Seperti biasa, berangkat sekolah menyusuri jalan yang sama tetapi tak ada yang
harus dimintai pamit oleh keduanya. Mega acuh seakan tak peduli sedangkan Pixel
menunduk murung tapi sesampainya di luar dia memasang muka ceria, sumringah dan
semangat yang 3600.
“Aku harus menemukannya
sebelum terlambat” Mega terus meneliti sampai larut malam dan ia terjaga semalaman
ia hanya terus meneliti dan terus meneliti. Sudah tiga hari ia terus seperti
itu, Pixel yang sedang menyiram tanaman dan mengobrol dengan tetangga hanya bisa
tersenyum, bercanda dan mengobrol saja. Mega melihat keluar jendela dan merasa
sesuatu lalu ia teringat sesuatu dan menulis lagi di buku unicornnya. Dan dengan
perjuangannya akhirnya ia menciptakan virus yang disebut Virus Wings yitu virus yang bisa membuat sayap rontok dan berarti …
Ia menyimpan virus itu pada
sebuah tabung lalu menuliskan sesuatu di buku itu dan juga memasukkannya kedalam
secangkir milk shake, tabungnya ia
simpan di dalam sumur yang sangat dalam dan menerbangkannya keluar angkasa. “Kak
aku membuatkan milk shake kesukaanmu,
ayo minum bersama sudah lama tak minum bersama seperti ini” merek berdua pun
minum bersama. Sudah larut malam kedua anak itu pun pergi ke kamarnya masing-masing
dan berpisah dengan lambaian tangan. Keesokan harinya Pixel menyadari ada yang
salah dengan sayapnya, sayapnya berserakan di mana-mana. Ia panik dan hendak
berlari keluar tetapi di depn pintu sudah berdiri seorng polisi menodongkan
pistol “Angkat tanganmu” gertak polisi,
ia pun melihat adiknya muncul di belakang polisi “apa maksud semua ini ?” bentak
Pixel dengan wajah kecewa dan kesal campur aduk dengan kejutan yang ia terima dari
adiknya. Mega pun hanya bisa menghela nafas “kulakukan semua ini demi keluarga
kita hanya saja sedikit terlambat !” bentak Pixel, iapun lari ke kamarnya dan masuk
ke ruang bawah tanah membawa sebotol besar cairan ungu terang dan membuka pintu
yang ada di balik rak bastballnya.
Terbukalah pintu agar ia bisa
sampai ke sebuah tempat atau disebut Planet
antah Berantah menggunakan kapal yang disebut kapal 13 OZ 1 yang kecepatannya hampir setara dengan kereta listrik Jepang.
Par polisi dan Mega mendobrak kamar Pixel dan menuju ruang bawah tanah tapi
Pixel sudah tak ada ia pergi ke planet itu.
Tahun
101
Tettt….
Bel sekolh sudah berbunyi “tamatt anak-anak, kita akan melanjutkan kembali besok
tentang sejarah peradaban kita” tutup Prof. Zia anak-anak pun, bubar dan keluar
dari kelas tidak dengan Mexel ia tertidur sampai-sampai tak tau kapan kelas berakhir.
Plakkk! penggaris Prof. Zia mendarat di kepalanya “Baik aku tau sudah selesai”
ucap Mexel sambil bangun lalu merapikan buku-bukunya. “Kau ini selalu saja
tidur pada saat kelasku ” kata Prof.Zia dengan nada tegas “Bagaimana aku tidak
tidur, ibu selalu menceritakan buku itu dari aku kecil dan berulang-ulang sampai
aku hafal dimana titik dan coretan ibu” sambil berjalan Mexel mengatakan itu.
“Itu adalah sejarah peradaban kita Mexel kau harus hafal dan …” balas Prof. Zia
dengan kesal dan Mexel memotong “mengerti ini bukan hanya sekedar mitos melainkan
fakta !” Mexel melanjutkan kata-kata ibunya tadi dan membuat ibunya kesal
setengah mati. “Sudah kau harus membacanya sampai hafal tapi …” Mexel kembali
memotong dan melanjutkan “memahaminya adalah hal terpenting !” Prof. Zia
tertawa bersama dengan anaknya itu dan ia memberikan buku unicorn itu akhirnya mereka pulang dengan menggunakan mobil. “Kau
mau makan siang dengan apa ?” tanya Prof.Zia kepada Mexel “bu kau selalau
memasakkan makanan yang enak-enak membuatku tak tau harus meminta makanan apa”
rayu Mexel kepada ibunya itu sambil menendang buku unicorn yang tadi diberikan. “Aku pulang !” Prof. Oyo menyapa anak
dan istrinya. “Sudahkah kau selesai membuat kapal itu, aku sudah tidak sabar
membuat petualangan ini dan kuyakin buku itu pasti langsung ada disana” sahut Prof.
Zia kepada suaminya. Prof. Oyo sempat berfikir dan melanjutkan konsen pada
ponsel jamnya sedang mengecek persiapan kapal yang sedang dikerjakan otomatis
oleh robotnya. Prof. Zia pun menegur suaminya kalau suaminya terlalu serius
dalam semua ini sampai-sampai ia pun diacuhkan. Prof. Oyo berkata “tadi kau
yang berbicara seperti itu” , ia pun duduk disamping istrinya yang sedang menonton
tv dan mengatakan “sudah 99 % dan besok kita bisa mengeceknya, kau senang ?” Prof.
Zia langsung memeluk suaminya karena terlalu senang dan juga memeluk anaknya
yang sedang pura-pura membaca buku. Lalu Zia pun berlari ke kamar Mexel dan
membuka kamar rahasia itu bertemu seseorang “Kuharap ini semua berhasil dan dia
bisa mengerti”.
Persiapanpun dilakukan sebaik-baiknya
dan mereka sangat sibuk dikantor TA (Tahul Astronomi tempat ayah mexel
bekerja). Terlihat juga ada Prof. Zia, Prof. Driya, dan bapak Prof. PC, mereka
semua sangat serius “Ayah-ibu !!” panggil Mexel sambil memegang buku unicorn. “Sedang apa disini ?” tanya
ibunya, Mexelpun hanya diam karena ia ke TA karena memaksa robot supir
mengantarnya tapi perhatiannya teralih kepada kapal 88 OZ 3 yang sedang dirancang. Ia pun berlari ke arah kapal itu
tapi dihadang oleh kepala petugas robot. “Antar dia pulang Zuu !” tegas Prof.
Oyo lalu Mexel pun dibawa pulang paksa dan dikurung dikamarnya bersama Zuu.
“Zuu sebenarnya kapal apa itu ? pasti kau tau sesuatu” introgasi Mexel yang
sedang marah dan Zuu pun tidak bisa
berbohong karena ia diancam akan di masukkan ke dalam dus kembali. “Apa ? aku
tidak mengerti kenapa mereka taluh-taluh pintar selalu penasaran dengan hal
seperti itu” ucap Mexel dengan keras hingga Zuu pun kaget yang sedang
membuatkan milk shake. Zuu bercerita
sambil terus membuat milk shake bahwa
ibu dan ayah Mexel sangat percaya pada cerita tentang peradaban taluh karena
mempunyai bukti yang sangat susah untuk dipungkiri , itu semua membuat mereka
sangat percaya tentang semua itu dan satu lagi kau harus percaya ibumu dari
pada ayah. Mexel pun marah kenapa orang tuanya tidak pernah memberitahunya ,
apa karna dia anak kecil atau bagaimana. Zuu selesai membuat milk shake dan ia berjalan untuk
memberikan minuman itu tapi kaget karena sebelum ia berikan Mexel sudah hilang
entah kemana. “Mexelll !” teriak Zuu.
Zuu pun mengadukan Mexel ke ibunya. Malam
harinya Prof. Zia mengingtkn kepada Mexel tentang ilmu-ilmu mempelajari
peradaban hasil karyanya sendiri. Mexel tdiny mengeluh karena isi tidak sesuai covernya, unicorn tapi akhirnya ia menurut dan ibunya berpesan besok Mexel
sudah harus hafal semua yang d dalam buku dan paham tapi jika besok ia tidak
pulang setelah makan malam mexel harus menggeser tempat tidurnya. Awalnya Mexel
bertanya terus kenapa dia harus melakukan itu tapi ibunya hanya mengingatkan
agar Mexel jangan banyak bicara. Mexel sampai dikamar dan ia pun membaca halaman
demi halaman karena penasaran. Dan dia pun menyadari ada secarik kertas
tersimpan di belakang cover buku dan itu adalah disk pesan. Layarpun muncul
secara transparan saat dia menarik disk itu. “Mexel ini sungguh berbahaya, ibu
mohon kau harus membawa zuu agar bisa menjagamu dan belilah plester untuk
memudahkan mu menutupnya dari air racun” gambarpun menghilang. Mexel melempar
buku itu karena dianggap hanya omong kosong tapi ia ingat ibunya tidak pernah
bohong. Dan yang dibawah kamarnya ada yang sedang bekerja sampai larut malam.
Mexel bangun dari tidur dengan buku
itu di atas dadanya , begitu juga dngan orang itu tapi ia berkata “aku pasti
bisa” . Mexel turun melihat rumah kosong ia menuruti perkataan ibunya dan
melakukan aktivitas dengan biasa saja dan ia mulai memahami buku itu lagi. “Ayam
sup brokoli ,tuan” Zuu menaruh sepiring sup untuk makan siang. Ia terus
menunggu sampai makan malam dan benar saja ibu dan ayah nya tak ada. Ia pun
langsung berlari kekamar dan lupa meninggalkan buku itu di atas meja makan,
mendorong kasurnya dan lihat itu adalah pintu rahasia milik Pixel yang dahulu
kala. Ia pun mendapat pesan dari ibunya “Mexel ingat ilmu itu dan percaya
padaku!” dan meledak lah pesan itu membuat Mexel kaget. Zuu datang mengatakan
bahwa ada kepala Direktur TA ingin bertemu dan Mexel teringat kata-kata ibunya.
Lalu sesuai dengan ingatannya ia bergegas kebawah sambil menarik Zuu dan ia
tercengang karna di bawah kasurnya ada laboratorium yang besar, tetapi sudah
berkarat barang-barangnya dan sangat kotor tapi masih tetap terang dan ada
gambar Pixel yang dulu ,di dinding ada tiga foto dan ada sebuah gambar yang
terlihat seperti planet taluh. Tapi ada seorang taluh yang berdiri diatasnya
dengan sayap yang lebat dan tubuh yang segar bugar dan dibawahnya banyak taluh
yang tunduk dan tidak punya sayap. Ia teringat bahwa foto-foto itu sama dengan
buku yang diberikan ibunya.
Ia
pun bergegas dan masuk ke dalam kapal sambil mengingat-ingat buku yang ia
pelajari. Ia mencoba menginat-ingat semua yang ada buku. Dia pun teringat kata-kata
ibunya “faham yang terpenting” Kepala TA masuk kedalam rumah dan ia pun tau
sesuatu dan menengok ke kamar Mexel. Mexel sudah meluncur menggunakan kapal
melewati lapisan tanah-tanah dan ia pun sampai keluar angkasa. Kepala TA masuk
kekamar mexel dan ia pun terlambat Mexel sudah tidak ada. Mexel sampai di
planet antah berantah untuk mencari orang tuanya. Tanahnya empuk seperti kasur
sama seperti apa yang digambarkan ibunya dan itu membuatnya sadar bahwa selama
ini ibunya tidak pernah bohong, tapi itu membuat Zuu susah berjalan dan
terpaksa ia pun ditinggal karena akan membutuhkan waktu lama untuk bejalan
dengannya. “Kau disini jaga kapal, ok ?” perintah Mexel. Dia punya firasat
kalau ayah dan ibunya dalam bahaya. Ia terus berjalan sudah sangat jauh mengikuti
apa yang ia pahami di buku itu tetapi sewaktu ia melihat jam. Jarum jam hanya
bergeser 1 menit, ia menghela nafas “Ini semua benar tapi sangat sulit
dipercaya” dan ada yang memanggilnya yaitu bapak Prof. PC. Prof berkata “Kau
benar-benar datang terimakasih” sambil memeluknya. Mereka berjalan sambil
bercerita kepada Mexel bahwa sebenarnya ibumu adalah keturunan mega dan ayahmu
adalah keturunan Pixel dan Prof mengatakan kalau dia sudah meneliti ini,
terbukti bahwa sebenarnya Pixel lah yang jahat. Pixel mengalami depresi dan itu
mengakibatkan dia mempunyai obat untuk hidup abadi. Mega mengetahui itu
terlebih dahulu dari pada orang tuanya meskipun dia tidak disukai banyak orang
tapi ia sebenarnya selalu berharap mereka menyukainya. Aku dan ibumu kesini ingin
memusnahkan obat itu dan juga Pixel.
Mereka pun terus berjalan dan
menemukan sebuah kapal karat dan merekapun masuk. Ternyata didalam ada ibunya
dan Prof. Driya sedang disekap mereka melepaskannya dan muncullah Pixel yang
sudah tua dan sayap yang masih utuh. “Kauu ..” kaget Mexel melihatnya teringat
buku itu. Dan ayahnya pun ada di sebelah Pixel “Maafkan ayah dan Zia maafkan
aku dia pemimpinku” ayahnya dihipnotis. Mexelpun lari dan mengambil kapsul yang
ada di depannya, melemparnya ke arah Pixel dan ia pun berubah menjadi makhluk
berbulu yang seram. Tapi dari arah belakang ada Mega yang menembaknya dengan
pistol berisi cairan virus wings yang
lebih kental. Dan Pixel pun mati dengan sayap yang hilang langsung dalam
sekejap begitu juga dengan tubuhnya yang langsung hilang. “Kau ..” panggil
kaget mexel. Mereka semua bermalam di kapal Pixel yang canggih karena
kepintarannya itu ia menciptakan segalanya tapi begitulah dia kata mega sambil
duduk “Sebenarnya aku juga meminum ramuan itu dan beginilah dan selama ini aku
bersembunyi di laboratorium itu , kau yang membawaku. Kau tau aku selalu
membawa buku ini kemana-mana buku keabadian yang takkan pernah abadi” mendengar
kata-kata terakhir itu Mexel bingung tapi itu sama dengan tulisan terakhir yang
ada dibuku yang diberi ibunya. Akhirnya Mega tinggal di planet itu dan membuat
kehidupan baru , planet itu dikenal dengan nama Planet Saudara. Dan
ternyata selama ini foto, formula, dan bukti sejarah itu adalah buku yang
diberikan Prof. Zia atau copyan buku abadi. Ayah pun dipecat karena dianggap niatnya
yang jahat tapi ia sudah tau bahwa buku itu adalah dirinya sendiri dan keluarga
Oyo pun bahagia dan membuka toko sup ayam brokoli. Mega sedang ada dikantor
departemen Planet saudara dan memegang sebuah buku dan ia tersenyum membuang
buku itu kedalam perapian.
Credits : Almira Fauziah
Credits : Almira Fauziah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar