Rabu, 30 Oktober 2013

Rahasia Sayap

Rahasia Sayap
By : Almira Fauziah

                   Beribu-ribu planet, beribu-ribu galaxy ada salah satu planet yang bernama planet telur dan di sana ada sebuah suku yang bernama suku taluh.
Tahun 2020
                   “Aku sangat senang hari ini, yakan Mega ?” ucap sang istri saat menggendong bayi laki-laki mereka dengan suami di sebelhnya yang sedang mengecat dinding kamar dengan putra laki-lakinya. Senyuman keluarga ini sungguh tulus melambangkan bahwa mereka adalah satu-satunya yang hidup di planet itu. Hari demi hari keluarga ini melewati musim yang berganti, kebahagian yang sangat abadi. Jika umur seorng taluh semakin tua begitupun dengan sayap mereka yang akan terus berguguran seperti daun hari demi hari. Terngiang terus kata-kata itu di telinga sang suami yang terus memandangi istri, Pixel dan Mega.
                   “Aku yakin kita akan selalu bersama sampai kapan pun” ucap lirih sang suami yang matany memancarkan ketidak ingin pisah dengan keluarganya. Akhirnya sayap terakhir pun jatuh di umurnya yang ke-185 tahun. Isak tangis sang istri pun pecah begitu juga dengan Mega yang sudah berusia 116 tahun. Terlihat Pixel yang menahan marah dan tangisannya di kamar sambil menempelkan foto mikroskop (hadiah ulang tahun dari ayah), foto keluargnya dan yang terakhir fotonya dengan ayah saat menanam pohon upet di pekarangan sambil mengeplkan tangannya. Wajahnya memancarkan kesedihan tapi tidak dengan kelakuannya yang selalu terlihat senang dan ceria setiap hari.
TAHUN 2021
                   Megapun hampir tidur ketika sedang membaca buku dan ia lanjutkan dengan menulis sesuatu dibuku itu seperti rangkuman buku yang telah ia baca dan juga tentang kehidupan nya. “Ayo Meg ! jam berapa ini ?” mereka pun berangkat sekolah bersama-sama melewati jalanan yang mereka lewati setiap hari. Pixel dengan wajah cerianya menyapa setiap tetangga yang ada di sekitar rumah, tidak dengan Mega yang murung dan diam saja hanya buku yang ia baca sambil berjalan.
Brukkkk ! ada Mibu yang tidak sengaja menubruk Mega  “Maaf ya Mega, kamu sih kutu buku apa-apa hanya membaca buku saja!”. Tetapi Mega hany diam dan tak mau menyapa ataupun mendengarkan dia hanya melihat sekilas muka Mibu dan melanjutkan perjalanannya. Mibu pun cemberut menahan kesal karena omongannya tidak ditanggapi oleh Mega yang hanya melihatnya sekilas  “Ia tidak apa-apa , santai saja” celetuk Pixel yang menepuk pundak Mibu sambil tersenyum. Mibu pun membalas dengan senyuman.
Tettt !!! bel sekolah SMA 315 berbunyi terdengar suara karyawan TU mengumumkan bahwa ada pengumuman penting yang akan disampaikan di ruang aula. Semua murid telah berkumpul di aula dan kepala sekolah pun memulai pembicaraan dengan menyuruh semuanya diam termasuk, yang membaca buku dan yang dimaksudkan kepada Mega dan Pixel pun diam yang tadinya sedang bercanda dengan teman-temannya.
“Dihari yang cerah dan sejuk ini ada salah seorang siswa yang dinobatkan sebagai penemu math hat, sebuah topi yang dirancang untuk membantu kerja otak kiri kita para taluh. Agar dibimbing untuk menjawab soal matematika dan juga dalam hal kebaikan dan anak itu adalah Mega Suro, dipersilahkan kepada Mega untuk menerima penghargaan dari pihak sekolah dan juga piala” semuany bertepuk tangan termasuk Pixel walaupun sempat membuat kepalan tangan yang begitu mengisyaratkan sesuatu.
                   Tetapi, coba tebak Mega tak kunjung maju untuk menerimanya ia hanya memabaca buku saja, ada seoarng taluh yang mengingatkannya bahwa dialah yang dimksud kepala sekolah tapi ia tak menanggapinya. AKhirnya teman yang lain pun ikut memberithunya bahwa ia dipanggil dan itu membuat Mega kesal. Ia berjalan sambil membawa bukunya kedepan menuju kepala sekolah dan pada saat ia sampai ia hanya diam meskipun kepala sekolah mengulurkan tanganya untuk memberi selamat.
                   Syuuuttt ia mengambil piala itu dan berjalan keluar meninggalkan aula. Semua terkejut dan tercengang dengan tingkah laku Mega. Sesampainya di rumah Mega mengubur piala itu di bawah pohon upet dan menulis sesuatu di dalam buku yang selalu ia bawa kemana-mana. Pixel pulang dan melihat adiknya, ia mengepalkan tangan dan masuk keruangan bawah tanah yang ia miliki tepat di bawah kasurnya dan di sana ada mikroskop, buah upet dan beberapa alat-alat penelitian. Pixel berlari keluar dengan wajah yang ceria dan pakaian yang sangat keren  “Pulang sebelum makan malam !” ucap ibu yang sedang membersihkan kursi “Mega, baias bantu ibu ? tolong bersihkan kamar kakakmu ya …” Mega pun mengambil mengambil sapu dan kemoceng lalu meninggalkan buku itu dan bikim (biologi-kimia). Ia membuka pintu kamar kakaknya, ia heran tak ada sedikitpun bulu yang berjatuhan padahal seharusnya untuk umurnya mereka bulu rontok sudah pasti terjadi. Ia terus bersih-bersih pada saat ia sedang menyapu karpet, karpetnya pun bergeser dan ia melihat ada sebuah tombol coklat tua. Ia menarik karpet itu dan ketahuanlah pintu kamar rahasia itu.
Tettt … Ia menekan tombol itu dan muncullah tangga di balik pintu, Mega masuk dan menemukan catatan-catatan yang sulit dimengerti sampai akhirnya ia mau mencatatnya tetapi ia lupa membawa bukunya itu dan akhirnya Ia memotretnya dengan ponsel miliknya lalu ia segera lari meninggalkan kamar dan juga sapu yang terjatuh. Di kamarnya ia menerjemahkan semua tulisan bersama rumus-rumus itu dan tidak lupa ia pun menyalinnya di dalam bukunya itu.
                   Satu bulan setelah itu, Pixel dan Mega memakai seragam hitam-hitam dan mereka menaruh bunga di atas batu nisan dengan foto ibu mereka di atasnya. Mega kembali kekamarnya yang sekarang sudah jadi sebuah laboratorium banyak pula penghargaan yang tertumpuk di tempat sampah luar rumah. Ia memakai seragam seperti seorng peneliti dan terus menulis sesuatu di buku unicornnya. Pixel melihat lampu kamar adiknya yang menyala dan matanya hanya memancarkan kebencian dan tangannya terus mengepal.
“Bangun adikku sayang ” goda Pixel kepada Mega yang sedang tidur di meja dan berserakan pohon upet dan kertas-kertas di lantai. Kamar yang berantakan untuk seorang anak pintar. Seperti biasa, berangkat sekolah menyusuri jalan yang sama tetapi tak ada yang harus dimintai pamit oleh keduanya. Mega acuh seakan tak peduli sedangkan Pixel menunduk murung tapi sesampainya di luar dia memasang muka ceria, sumringah dan semangat yang 3600.
                   “Aku harus menemukannya sebelum terlambat” Mega terus meneliti sampai larut malam dan ia terjaga semalaman ia hanya terus meneliti dan terus meneliti. Sudah tiga hari ia terus seperti itu, Pixel yang sedang menyiram tanaman dan mengobrol dengan tetangga hanya bisa tersenyum, bercanda dan mengobrol saja. Mega melihat keluar jendela dan merasa sesuatu lalu ia teringat sesuatu dan menulis lagi di buku unicornnya. Dan dengan perjuangannya akhirnya ia menciptakan virus yang disebut Virus Wings yitu virus yang bisa membuat sayap rontok  dan berarti …
                   Ia menyimpan virus itu pada sebuah tabung lalu menuliskan sesuatu di buku itu dan juga memasukkannya kedalam secangkir milk shake, tabungnya ia simpan di dalam sumur yang sangat dalam dan menerbangkannya keluar angkasa. “Kak aku membuatkan milk shake kesukaanmu, ayo minum bersama sudah lama tak minum bersama seperti ini” merek berdua pun minum bersama. Sudah larut malam kedua anak itu pun pergi ke kamarnya masing-masing dan berpisah dengan lambaian tangan. Keesokan harinya Pixel menyadari ada yang salah dengan sayapnya, sayapnya berserakan di mana-mana. Ia panik dan hendak berlari keluar tetapi di depn pintu sudah berdiri seorng polisi menodongkan pistol  “Angkat tanganmu” gertak polisi, ia pun melihat adiknya muncul di belakang polisi “apa maksud semua ini ?” bentak Pixel dengan wajah kecewa dan kesal campur aduk dengan kejutan yang ia terima dari adiknya. Mega pun hanya bisa menghela nafas “kulakukan semua ini demi keluarga kita hanya saja sedikit terlambat !” bentak Pixel, iapun lari ke kamarnya dan masuk ke ruang bawah tanah membawa sebotol besar cairan ungu terang dan membuka pintu yang ada di balik rak bastballnya.
                   Terbukalah pintu agar ia bisa sampai ke sebuah tempat atau disebut Planet antah Berantah menggunakan kapal yang disebut kapal 13 OZ 1 yang kecepatannya hampir setara dengan kereta listrik Jepang. Par polisi dan Mega mendobrak kamar Pixel dan menuju ruang bawah tanah tapi Pixel sudah tak ada ia pergi ke planet itu.
Tahun 101
Tettt…. Bel sekolh sudah berbunyi “tamatt anak-anak, kita akan melanjutkan kembali besok tentang sejarah peradaban kita” tutup Prof. Zia anak-anak pun, bubar dan keluar dari kelas tidak dengan Mexel ia tertidur sampai-sampai tak tau kapan kelas berakhir. Plakkk! penggaris Prof. Zia mendarat di kepalanya “Baik aku tau sudah selesai” ucap Mexel sambil bangun lalu merapikan buku-bukunya. “Kau ini selalu saja tidur pada saat kelasku ” kata Prof.Zia dengan nada tegas “Bagaimana aku tidak tidur, ibu selalu menceritakan buku itu dari aku kecil dan berulang-ulang sampai aku hafal dimana titik dan coretan ibu” sambil berjalan Mexel mengatakan itu. “Itu adalah sejarah peradaban kita Mexel kau harus hafal dan …” balas Prof. Zia dengan kesal dan Mexel memotong “mengerti ini bukan hanya sekedar mitos melainkan fakta !” Mexel melanjutkan kata-kata ibunya tadi dan membuat ibunya kesal setengah mati. “Sudah kau harus membacanya sampai hafal tapi …” Mexel kembali memotong dan melanjutkan “memahaminya adalah hal terpenting !” Prof. Zia tertawa bersama dengan anaknya itu dan ia memberikan buku unicorn itu akhirnya mereka pulang dengan menggunakan mobil. “Kau mau makan siang dengan apa ?” tanya Prof.Zia kepada Mexel “bu kau selalau memasakkan makanan yang enak-enak membuatku tak tau harus meminta makanan apa” rayu Mexel kepada ibunya itu sambil menendang buku unicorn yang tadi diberikan. “Aku pulang !” Prof. Oyo menyapa anak dan istrinya. “Sudahkah kau selesai membuat kapal itu, aku sudah tidak sabar membuat petualangan ini dan kuyakin buku itu pasti langsung ada disana” sahut Prof. Zia kepada suaminya. Prof. Oyo sempat berfikir dan melanjutkan konsen pada ponsel jamnya sedang mengecek persiapan kapal yang sedang dikerjakan otomatis oleh robotnya. Prof. Zia pun menegur suaminya kalau suaminya terlalu serius dalam semua ini sampai-sampai ia pun diacuhkan. Prof. Oyo berkata “tadi kau yang berbicara seperti itu” , ia pun duduk disamping istrinya yang sedang menonton tv dan mengatakan “sudah 99 % dan besok kita bisa mengeceknya, kau senang ?” Prof. Zia langsung memeluk suaminya karena terlalu senang dan juga memeluk anaknya yang sedang pura-pura membaca buku. Lalu Zia pun berlari ke kamar Mexel dan membuka kamar rahasia itu bertemu seseorang “Kuharap ini semua berhasil dan dia bisa mengerti”.
          Persiapanpun dilakukan sebaik-baiknya dan mereka sangat sibuk dikantor TA (Tahul Astronomi tempat ayah mexel bekerja). Terlihat juga ada Prof. Zia, Prof. Driya, dan bapak Prof. PC, mereka semua sangat serius “Ayah-ibu !!” panggil Mexel sambil memegang buku unicorn. “Sedang apa disini ?” tanya ibunya, Mexelpun hanya diam karena ia ke TA karena memaksa robot supir mengantarnya tapi perhatiannya teralih kepada kapal 88 OZ 3 yang sedang dirancang. Ia pun berlari ke arah kapal itu tapi dihadang oleh kepala petugas robot. “Antar dia pulang Zuu !” tegas Prof. Oyo lalu Mexel pun dibawa pulang paksa dan dikurung dikamarnya bersama Zuu. “Zuu sebenarnya kapal apa itu ? pasti kau tau sesuatu” introgasi Mexel yang sedang marah dan Zuu  pun tidak bisa berbohong karena ia diancam akan di masukkan ke dalam dus kembali. “Apa ? aku tidak mengerti kenapa mereka taluh-taluh pintar selalu penasaran dengan hal seperti itu” ucap Mexel dengan keras hingga Zuu pun kaget yang sedang membuatkan milk shake. Zuu bercerita sambil terus membuat milk shake bahwa ibu dan ayah Mexel sangat percaya pada cerita tentang peradaban taluh karena mempunyai bukti yang sangat susah untuk dipungkiri , itu semua membuat mereka sangat percaya tentang semua itu dan satu lagi kau harus percaya ibumu dari pada ayah. Mexel pun marah kenapa orang tuanya tidak pernah memberitahunya , apa karna dia anak kecil atau bagaimana. Zuu selesai membuat milk shake dan ia berjalan untuk memberikan minuman itu tapi kaget karena sebelum ia berikan Mexel sudah hilang entah kemana. “Mexelll !” teriak Zuu.
          Zuu pun mengadukan Mexel ke ibunya. Malam harinya Prof. Zia mengingtkn kepada Mexel tentang ilmu-ilmu mempelajari peradaban hasil karyanya sendiri. Mexel tdiny mengeluh karena isi tidak sesuai covernya, unicorn tapi akhirnya ia menurut dan ibunya berpesan besok Mexel sudah harus hafal semua yang d dalam buku dan paham tapi jika besok ia tidak pulang setelah makan malam mexel harus menggeser tempat tidurnya. Awalnya Mexel bertanya terus kenapa dia harus melakukan itu tapi ibunya hanya mengingatkan agar Mexel jangan banyak bicara. Mexel sampai dikamar dan ia pun membaca halaman demi halaman karena penasaran. Dan dia pun menyadari ada secarik kertas tersimpan di belakang cover buku dan itu adalah disk pesan. Layarpun muncul secara transparan saat dia menarik disk itu. “Mexel ini sungguh berbahaya, ibu mohon kau harus membawa zuu agar bisa menjagamu dan belilah plester untuk memudahkan mu menutupnya dari air racun” gambarpun menghilang. Mexel melempar buku itu karena dianggap hanya omong kosong tapi ia ingat ibunya tidak pernah bohong. Dan yang dibawah kamarnya ada yang sedang bekerja sampai larut malam.
          Mexel bangun dari tidur dengan buku itu di atas dadanya , begitu juga dngan orang itu tapi ia berkata “aku pasti bisa” . Mexel turun melihat rumah kosong ia menuruti perkataan ibunya dan melakukan aktivitas dengan biasa saja dan ia mulai memahami buku itu lagi. “Ayam sup brokoli ,tuan” Zuu menaruh sepiring sup untuk makan siang. Ia terus menunggu sampai makan malam dan benar saja ibu dan ayah nya tak ada. Ia pun langsung berlari kekamar dan lupa meninggalkan buku itu di atas meja makan, mendorong kasurnya dan lihat itu adalah pintu rahasia milik Pixel yang dahulu kala. Ia pun mendapat pesan dari ibunya “Mexel ingat ilmu itu dan percaya padaku!” dan meledak lah pesan itu membuat Mexel kaget. Zuu datang mengatakan bahwa ada kepala Direktur TA ingin bertemu dan Mexel teringat kata-kata ibunya. Lalu sesuai dengan ingatannya ia bergegas kebawah sambil menarik Zuu dan ia tercengang karna di bawah kasurnya ada laboratorium yang besar, tetapi sudah berkarat barang-barangnya dan sangat kotor tapi masih tetap terang dan ada gambar Pixel yang dulu ,di dinding ada tiga foto dan ada sebuah gambar yang terlihat seperti planet taluh. Tapi ada seorang taluh yang berdiri diatasnya dengan sayap yang lebat dan tubuh yang segar bugar dan dibawahnya banyak taluh yang tunduk dan tidak punya sayap. Ia teringat bahwa foto-foto itu sama dengan buku yang diberikan ibunya.
Ia pun bergegas dan masuk ke dalam kapal sambil mengingat-ingat buku yang ia pelajari. Ia mencoba menginat-ingat semua yang ada buku. Dia pun teringat kata-kata ibunya “faham yang terpenting” Kepala TA masuk kedalam rumah dan ia pun tau sesuatu dan menengok ke kamar Mexel. Mexel sudah meluncur menggunakan kapal melewati lapisan tanah-tanah dan ia pun sampai keluar angkasa. Kepala TA masuk kekamar mexel dan ia pun terlambat Mexel sudah tidak ada. Mexel sampai di planet antah berantah untuk mencari orang tuanya. Tanahnya empuk seperti kasur sama seperti apa yang digambarkan ibunya dan itu membuatnya sadar bahwa selama ini ibunya tidak pernah bohong, tapi itu membuat Zuu susah berjalan dan terpaksa ia pun ditinggal karena akan membutuhkan waktu lama untuk bejalan dengannya. “Kau disini jaga kapal, ok ?” perintah Mexel. Dia punya firasat kalau ayah dan ibunya dalam bahaya. Ia terus berjalan sudah sangat jauh mengikuti apa yang ia pahami di buku itu tetapi sewaktu ia melihat jam. Jarum jam hanya bergeser 1 menit, ia menghela nafas “Ini semua benar tapi sangat sulit dipercaya” dan ada yang memanggilnya yaitu bapak Prof. PC. Prof berkata “Kau benar-benar datang terimakasih” sambil memeluknya. Mereka berjalan sambil bercerita kepada Mexel bahwa sebenarnya ibumu adalah keturunan mega dan ayahmu adalah keturunan Pixel dan Prof mengatakan kalau dia sudah meneliti ini, terbukti bahwa sebenarnya Pixel lah yang jahat. Pixel mengalami depresi dan itu mengakibatkan dia mempunyai obat untuk hidup abadi. Mega mengetahui itu terlebih dahulu dari pada orang tuanya meskipun dia tidak disukai banyak orang tapi ia sebenarnya selalu berharap mereka menyukainya. Aku dan ibumu kesini ingin memusnahkan obat itu dan juga Pixel.

          Mereka pun terus berjalan dan menemukan sebuah kapal karat dan merekapun masuk. Ternyata didalam ada ibunya dan Prof. Driya sedang disekap mereka melepaskannya dan muncullah Pixel yang sudah tua dan sayap yang masih utuh. “Kauu ..” kaget Mexel melihatnya teringat buku itu. Dan ayahnya pun ada di sebelah Pixel “Maafkan ayah dan Zia maafkan aku dia pemimpinku” ayahnya dihipnotis. Mexelpun lari dan mengambil kapsul yang ada di depannya, melemparnya ke arah Pixel dan ia pun berubah menjadi makhluk berbulu yang seram. Tapi dari arah belakang ada Mega yang menembaknya dengan pistol berisi cairan virus wings yang lebih kental. Dan Pixel pun mati dengan sayap yang hilang langsung dalam sekejap begitu juga dengan tubuhnya yang langsung hilang. “Kau ..” panggil kaget mexel. Mereka semua bermalam di kapal Pixel yang canggih karena kepintarannya itu ia menciptakan segalanya tapi begitulah dia kata mega sambil duduk “Sebenarnya aku juga meminum ramuan itu dan beginilah dan selama ini aku bersembunyi di laboratorium itu , kau yang membawaku. Kau tau aku selalu membawa buku ini kemana-mana buku keabadian yang takkan pernah abadi” mendengar kata-kata terakhir itu Mexel bingung tapi itu sama dengan tulisan terakhir yang ada dibuku yang diberi ibunya. Akhirnya Mega tinggal di planet itu dan membuat kehidupan baru , planet itu dikenal dengan nama Planet Saudara. Dan ternyata selama ini foto, formula, dan bukti sejarah itu adalah buku yang diberikan Prof. Zia atau copyan buku abadi. Ayah pun dipecat karena dianggap niatnya yang jahat tapi ia sudah tau bahwa buku itu adalah dirinya sendiri dan keluarga Oyo pun bahagia dan membuka toko sup ayam brokoli. Mega sedang ada dikantor departemen Planet saudara dan memegang sebuah buku dan ia tersenyum membuang buku itu kedalam perapian.

Credits : Almira Fauziah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar