Presiden
Afrika Selatan Jacob Zuma mengumumkan wafatnya Mandela dalam konferensi pers
Kamis (05/12). Pejuang anti-apartheid itu
meninggal dalam keadaan tenang di rumahnya di Johannesburg. Mandela menderita
infeksi paru-paru berat dalam lima bulan terakhir ini, dan sempat dirawat cukup
lama di rumah sakit.
"Ini
momentum dimana kita amat berduka. Bangsa ini kehilangan anak terbaiknya",
ujar Zuma dalam konferensi pers. Ia menambahkan "Mandela akan mendapat
kehormatan dimakamkan secara kenegaraan. Dan di seluruh negeri, bendera
dikibarkan setengah tiang."
Pejuang gigih
Mandela yang
dikenal di seluruh dunia dengan nama clannya "Madiba", memberikan
inspirasi jutaan warga di Afrika
Selatan dan di seluruh dunia, terkait kegigihannya memperjuangkan
kebebasan Afrika dari rezim apartheid. Ia menjadi simbol bagi kebebasan dan
humanitas.
Akibat
perjuangannya menentang rezim apartheid, dia harus meringkuk selama 27 tahun di
dalam penjara. Mandela meretas jalan bagi rekonsiliasi warga kulit hitam dan
kulit putih di negaranya.
Ia adalah
presiden berkulit hitam pertama di Afrika Selatan yang menjabat dari 1994
hingga 1999. Pada tahun 1993 Mandela mendapat anugerah Nobel Perdamaian bersama mantan president
Frederik Willem de Klerk. Yayasan Nobel memuji kedua tokoh itu berjasa besar
menghapus apartheid secara damai, dan meletakkan landasan kokoh bagi demokrasi
di Afrika Selatan.
Pemakaman di
kota kelahirannya
Mandela
menghabiskan minggu-minggu terakhir hidupnya bersama keluarga. Terakhir mantan
presiden Afrika Selatan itu harus dibantu mesin pernafasan. Juga disebutkan ia
mengalami gagal ginjal, sehingga harus menjalani aksi cuci darah.
Disebutkan,
mendiang akan dimakamkan di kota kelahirannya Qunu di tenggara negeri itu. Para
pengamat memperhitungkan, menimbang dinyatakannya hari berkabung nasional,
upacara kenegaraan pemakaman Mandela akan dilakukan antara 5 hingga 7 hari
mendatang. Pemakaman dipastikan akan dihadiri sejumlah besar kepala negara dan
kepala pemerintahan dari seluruh dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar